Latest Entries »

Burung Cerukcuk

Burung Cerukcuk atau Merbah cerukcuk adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Orang Sunda menyebutnya cerukcuk atau jogjog, orang Jawa menyebut terucuk atau cerocokan, mengikuti bunyi suaranya yang khas. Dalam bahasa Inggris disebut Yellow-vented Bulbul.

Burung yang panjang tubuhnya sekitar 20 cm ini,mempunyai punggung yang berwrarna kelabu gelap, dan mempunyai warna putih kusam dari tenggorokan hingga perut, sedangkan pada jantan bagian bawah perut berwarna kuning. Mempunyai paruh dan jambul berwarna hitam, dan alisnya berwarna putih.

Burung cerukcuk mudah ditemukan, ia biasanya berada di perkampungan atau tempat-tempat terbuka, semak belukar, tepi jalan, kebun, dan hutan sekunder. Burung ini sering berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain (Misalnya Kutilang), atau bahkan dengan jenis burung yang lain. Tidur berkelompok dengan jenisnya, di ranting-ranting perdu atau pohon kecil.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Di pekarangan, burung ini kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak. Selain itu ia juga memangsa aneka serangga, ulat dan hewan kecil lainnya seperti cacing. Merbah cerukcuk menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari makanan di atas tanah daripada jenis merbah lainnya.

Burung ini mempunyai suara nyaring dan berbunyi cok, cok, ..cok-cok ! atau siulan pendek cuk-co-li-lek.. berulang, kadang-kadang dengan cepat; atau nyanyian bersuara lemah mirip gumam atau gerutuan.

Sarang cerukcuk berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus, dijalin dengan serat tumbuhan dan menempel pada dahan. Di Jawa Tengah didapati pula sarang yang dibangun di sela-sela buah pisang. Sekali bertelur dapat menelurkan dua atau tiga butirtelur, berwarna keputihan berbintik coklat atau ungu. Tercatat bersarang sepanjang tahun, dengan puncaknya Maret sampai Juni.

Burung ini menyebar luas di Asia Tenggara, Semenanjung Malaya dan Filipina. Di Indonesia didapati di Sumatra dan pulau-pulau di bagian timurnya, Kalimantan, Jawa dan Bali. Diduga diintroduksi ke Lombok dan Sulawesi Selatan. Umum terdapat sampai ketinggian 1.500 m dpl.

Meski bukan termasuk burung yang berharga mahal, merbah cerukcuk termasuk salah satu jenis burung yang banyak ditangkapi untuk dipelihara, terutama di desa-desa. Beberapa sebabnya di antaranya: (a) Disukai karena mudah jinak, terutama burung yang muda, (b) Relatif mudah didapati di sekitar pemukiman pedesaan, (c) Mudah dikenali tempat bersarangnya.

Tokek rumah adalah sejenis reptil yang masuk ke dalam golongan cecak besar, suku Gekkonidae. Tokek rumah memiliki nama ilmiah Gekko gecko (Linnaeus, 1758). Dalam bahasa lain hewan ini disebut sebagai téko atau tekék (bahasa Jawa), tokék (bahasa Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (bahasa Inggris).

Ciri-ciri tokek adalah pada bagian Dorsal (sisi punggung) kasar, dengan banyak bintil besar-besar. Abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga. Ventral (perut, sisi bawah tubuh) abu-abu biru keputihan atau kekuningan. Ekor membulat, dengan enam baris bintil; berbelang-belang.

Jari-jari kaki depan dan belakang dilengkapi dengan bantalan pengisap yang disebut scansor, yang terletak di sisi bawah jari. Gunanya untuk melekat pada permukaan yang licin. Maka, dari sisi atas jari-jari tokek nampak melebar.

Makanan untuk tokek adalah hewan-hewan yang lebih kecil dari mulutya, kebanyakan para pemelihara memberi mereka jangkrik dan ulat hongkong. Tokek juga akan memakan kecoa dan belalang, atau coba anda beri sedikit daging ketika mulutnya menganga. Juga jangan lupa memberinya wadah yang berisi air untuk minumnya.

Karena tokek dapat memanjat permukaan apapun, disarankan agar terrariumnya tertutup. Karena jika tokek itu melarikan diri, selain larinya cepat dan cenderung menuju tempat yang sempit, gigitannya juga berbahaya, ia selalu menggigit dengan kuat dan sulit untuk dilepaskan, mitos berkata bahwa memerlukan sambaran petir untuk melepaskan gigitan tokek.

Cara pembudidayaannya terbilang gampang-gampang susah, karena kelembapan menjdi unsur penting di dalamnya. Caranya, campurkan tokek jantan dan betina dalam satu kandang, maka beberapa hari kemudian akan terlihat dua buah telur putih menempel pada dinding terrarium. Telur tersebut menempel sangat erat pada dinding terrarium sehingga sulit sekali dilepas. Disinilah kelembapan mengambil pernnya, jika kandang tidak lembap, maka telur akan mengkerut dan mati.

Cara membedakan jantan dan betina adalah dari warnanya, tokek jantan berwarna cerah dan tokek betina berwarna gelap. Agar lebih jelas, lihat gambar di bawah ini

Masalah terbesar ketika memelihara tokek adalah ketika membersihkan kandang, karena tokek cenderung menggigit ketika anda memasukkan tangan anda. Maka cara yang tepat adalah melapisi tangan anda dengan sarung tangan, lebih tebal lebih baik, atau menggunakan jaring ikan. Taruh tokek dalam wadah tertutup lain, dan bersihkan kandangnya.

 

Note:

-Jauhkan tokek dari jangkauan anak kecil, karena jika menggigit anda akan tahu sendiri akibatnya

-Meskipun tokek mudah dipelihara, kami sarankan agar anak kecil tidak memeliharanya, karena agak berbahaya

-Jika anda tergigit oleh tokek, jangan dipaksa unuk melepaskannya, cara terbaik adalah merendamnya dalam air dan tokek akan melepaskan gigitannya, atau teteskan cuka pada mulut tokek.

Membuat Terrarium

Terrarium :

Terrarium tidak sama dengan akuarium, jika akuarium adalah suatu tempat untuk memelihara hewan yang full aquatik, maka terrarium adalah tempat untuk memelihara hewan yang semi aquatik(Katak, Salamander, dll), maupun yang non-aquatik (Ular, Serangga, dll)

Hal yang harus dipertimbangkan sebelum pembuatan :

1. Pemilihan hewan

Dalam pemilihan hewan, kita harus mengetahui karakteristiknya terlebih dahulu, apakah ia tipe yang dapat memanjat segala medan (misal;Kecoa madagaskar, Tokek rumah, Belalang sembah), tipe semi aquatik, tipe pemanjat pepohonan, dll.  Pertimbangkan juga ukurannya hewan akan mudah stress bila ia ditaruh di tempat yang sempit. Jadi, desain terrarium anda harus sesuai dengan sifat alami dari hewan yang akan anda pelihara.

2. Pemilihan Bahan

Bahan terrarium tak hanya sebatas aquarium saja, namun bisa juga gallon air mineral dan botol selai, atau mungkin bahan lain yang bisa anda gunakan sebagai terrarium.

3. Bahan-bahan Pelengkap Terrarium

-Substrat : substrat juga disesuaikan dengan hewan yang anda pelihara, jika yang anda pelihara reptil, maka dianjurkan untuk tidak memilih substrat berupa potongan kayu/ substrat hamster.

– Kayu : hewan pemanjat juga membutuhkan sesuatu untuk dipanjat, maka berikanlah ia sepotong kayu agar ia lebih merasa seperti di alam aslinya. beberapa hewan juga senang bersembunyi, dan kayu tersebut dapat anda modifikasi sebagai tempat persembunyiannya. Tidak hanya terbatas pada kayu, bambu pun bisa digunakan.

-Batu : Hewan semi aquatik seperti katak dan kura-kura, setelah berenang mereka butuh tempat untuk berdiam diri dan berjemur, maka batu dapat ditempatkan di bawah lampu UV anda, agar hewan bisa menjemur dirinya (lebih tepatnya menjaga kestabilan suhunya).

– Tanaman : Tanaman hidup dalam terrarium juga akan memperindah tampilan terrarium anda,namun jika anda malas untuk menanamnya, anda bisa menghiasi terrarium anda dengan tanaman plastik yang banyak dijual di toko hewan peliharaan.

– Cahaya : Sebagian hewan membutuhkan cahaya, bagi hewan yang hidup pada malam hari (nokturnal) dibutuhkan cahaya saat malam hari agar ia dapat melihat dengan baik. lampu UV juga digunakan oleh beberapa spesies untuk menghangatkan diri.

-Filter : usahakan agar air pada terrarium hewan semi aquatik anda tetap bersih dengan memasang filter.

– Penutup : jika anda tidak ingin hewan peliharaan anda kabur, maka berilah terrarium anda penutup yang kuat misal : kawat ram. perlu diperhatikan juga agar penutup tidak terlalu rapat agar sirkulasi udara tetap berjalan baik dan terrarium tidak terlalu lembap.

– Background : Jika anda ingin membuat terrarium lebih alami, anda bisa memberi background seperti pada akuarium ikan, agar terrarium anda lebih “hidup”

Contoh2 terrarium :

 


Bagi anda yang ingin melengkapi koleksi serangga anda, atau yang kebetulan ingin merawat seekor belalang sembah yang hinggap didalam rumah anda?. Berikut cara merawatnya :

1. Kandang

Karena hewan ini mampu memanjat apa saja dan bahkan ia bisa terbang, maka disarankan agar akuarium/terrarium anda tertutupi bagian atasnya. Beri dedaunan kering sebagai alasnya, dan beri sedikit kayu kering agar ia bisa bebas memanjat seperti di alam bebas. Beberapa tanaman plastik bila perlu ditambahkan agar memberi kesan “alami”

2. Makanan

Belalang sembah memakan serangga lainnya. Maka, makanan yang tepat untuk belalang sembah adalah jangkrik, belalang, ataupun ulat. Meskipun ia mendapatkan air dari mangsanya, ia tetap membutuhkan sedikit air sebagai air minumnya

3.  Perkembangbiakan

Pertama-tama yang harus diperhatikan adalah perbedaan jantan dan betina. Belalang sembah jantan umumnya lebih kurus dan mempunyai lebih banyak segmen di perutnya, sedangkan yang betina lebih gemuk dan mempunyai lebih sedikit segmen di perutnya. Setelah mereka melakukan perkawinan, pisahkan sang jantan, karena si betina dalam keadaan “sangat lapar”, ia bisa menghabiskan hingga 15 ekor jangkrik sehari selama dalam masamemproduksi telur. Beberapa hari kemudian, si betina menyemprotkan cairan yang berisi telur, cairan tersebut mengeras sangat cepat untuk melindungi telur yang ada didalamnya. Belalang-belalang muda dapat diberi ulat sebagai pakan.

Review

Belalang sembah atau Belalang Sentadu adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea. Dalam bahasa Inggris, serangga ini biasa disebut praying mantis karena sikapnya yang seringkali kelihatan seperti sedang berdoa. Kata mantis  berasal dari bahasa Yunani “Mantes” yang berarti “nabi” atau “peramal nasib”. Banyak sebutan dalam bahasa lokal, seperti congcorang  (bahasa Sunda/bahasa Betawi), walang kadung/kèkèk (bahasa Jawa), dan mentadak (bahasa Melayu).

Ada sekitar 2.300 spesies dalam ordo Mantodea di seluruh dunia; kebanyakan berada di daerah tropis atau sub-tropis, tetapi beberapa spesies hidup di iklim sedang, seperti di utara Amerika Serikat, Eropa Tengah, dan Siberia. Belalang sentadu tergolong keluarga Mantidae.

Belalang sentadu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar kepalanya. Beberapa teks merujuk kepada belalang sentadu Eropa (Mantis religiosa) sebagai belalang sentadu yang paling umum di negara-negara di Eropa. Ischnomantis gigas adalah belalang sentadu terbesar dengan panjang 17 cm untuk yang betina, dan ditemukan di daerah Sahel di Afrika. Belalang sentadu terkecil adalah Bolbe pygmaea, yang hanya 1cm panjangnya pada usia dewasa.

Seekor belalang sentadu betina yang hamil akan menghasilkan massa busa yang besar, yang disebut ootheca (jamak:oothecae). Ootheca ini dapat memuat hingga 300 butir telur, yang semuanya dilindungi dalam kantung busa. Oothecae ini dihasilkan pada musim gugur —dan sesudah itu belalang sentadu dewasa mati— dan menetas dalam waktu hingga lima bulan.[1] Sebagian spesies menetas dalam interval kecil, dan proses penetasan dapat berlangsung hingga lima minggu ketika sebelum larva muncul sepenuhnya. Belalang betina yang bunting tidak hanya memproduksi oothecae, tetapi juga oothecae yang tidak subur oleh belalang betina yang belum dikawini. Kadang-kadang satu atau dua larva menetas, tetapi hal ini jarang sekali terjadi. Beberapa spesies, seperti misalnya Brunneria borealis, menghasilkan oothecae melalui partenogenesis. Dalam keadaan ini, belalang jantan tidak dibutuhkan untuk menghasilkan ootheca yang subur; namun, semua belalang yang dihasilkan dari proses ini adalah betina.

Di AS, spesies belalang sentadu pertama kali diperkenalkan dari Eropa dan Tiongkok sekitar tahun 1900 sebagai predator kebun dalam usaha untuk mengendalikan hama. Belalang sentadu Carolina adalah serangga resmi negara bagian South Carolina, dan belalang sentadu Eropa adalah serangga resmi negara bagian Connecticut.

Sumber Review : Wikipedia

Serindit (Latin : Loriculus, Eng:Hanging Parrot) adalah burung-burung dalam genus burung paruh-bengkok Loriculus. Burung-burung ini berukuran kecil dan tersebar di hutan tropis di Asia Tenggara.

Burung yang panjang tubuhnya hanya 13 cm umumnya memiliki bulu berwarna hijau dengan ekor yang pendek. Kadangkala bercak pada kepalanya menandakan jenis kelaminnya pada spesies tertentu. Spesies burung ini unik, karena dapat tidur dengan posisi menggantung deperti kelelawar.

Burung ini pemeliharaannya relatif mudah, namun memerlukan kandang dengan jeruji besi, karena paruhnya sangat kuat dan dapat mematahkan jeruji kandang yang terbuat dari kayu. Makanan utamanya adalah buah-buahan (Pisang, Apel, Semangka, dll), namun bisa juga diberi millet dan bubur bayi yang serbuk. Konon, burung ini dapat dilatih untuk menirukan suara Lovebird

Jenis-jenis :

1. Serindit Melayu (Loriculus Galgulus), Eng : Blue-Crowned Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : 13cm/5 in.

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : Sebagian besar tertutup warna hijau, paruh hitam

Pada jantan, warna biru pada dahi, merah pada leher, dan kuning pada punggung agak mencolok, sedangkan pada betina tidak terlalu mencolok.

 

2. Serindit Sulawesi (Loriculus stigmatus), Eng : Great Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : 15cm, merupakan jenis serindit yang paling besar

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : Sebagian besar tertutup warna hijau, paruh hitam

Pada jantan, ada warna merah pada dahi dan merah pada leher, sedangkan pada betina tidak ada.

3. Serindit Maluku (Loriculus Amabilis), Eng : Moluccan Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : 11 cm

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : Sebagian besar tertutup warna hijau, paruh merah

Pada jantan, ada warna merah pada dahi dan merah pada leher, sedangkan pada betina tidak ada.

4. Serindit Sangihe (Loriculus Catamene), Eng : Sangihe Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : 12 cm

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : Sebagian besar tertutup warna hijau, paruh hitam, terdapat warna merah pada leher

Ciri khas serindit ini adalah ekornya yang agak panjang

5. Serindit Papua (Loriculus Aurantiifrons), Eng : Orange-Fronted Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : –

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : Sebagian besar tertutup warna hijau, paruh hitam, terdapat warna kuning pada dahi.

6. Serindit Jawa (Loriculus Pusillus), Eng : Yellow-Throated Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : –

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : Hampir seluruh tubuh tertutup warna hijau, lehernya berwarna kuning,  paruh merah.

 

7. Serindit Flores (Loriculus Flosculus), Eng : Wallace’s Hanging Parrot

Karakteristik :

Panjang : 11-12 cm

Makanan : Biji-bijian dan buah

Warna : sebagian besar  tertutup warna hijau, kakinya berwarna oranye, paruh merah, pada jantan lehernya berwarna merah.

 

Burung Serindit sangat mudah dipelihara, asal makanan dan minumannya selalu tersedia,  dan mudah didapat karena banyak dijual di pasar-pasar burung. Harga standartnya antara Rp 50.000-85.000 (Harga di pasar burung Malang).

Sumber : Wikipedia

Iguana hijau, atau dalam nama latin disebut iguana iguana, adalah sejenis reptil yang berasal dari Amerika bagian Tengah dan bagian Selatan. Iguana yang diimport kebanyakan dari Columbus, El Salvador, Hoduras, Peru, Mexico dan Suriname. Hewan ini adalah hewan herbivora, jadi dalam perawatannya anda harus memberi sayuran yang segar, seperti kangkung, kacang polong, wortel, dan lain-lain.

Iguana adalah hewan yang paling sering dikenal sibagai Kadal. Iguana memiliki lima jari di tiap kakinya, memiliki “jengger”. Semua jenis Iguana memiliki duri yang berada di sepajang punggungnya. Berbeda dengan yang diketahui masyrakat bahwa warna iguana adalah hijau, semua juvenil mempunyai warna hijau, tapi setelah mereka dewasa, warna tubuhnya berubah menjadi coklat cenderung oranye dengan garis pada ekornya. Hewan ini jika dipelihara dengan baik dapat mencapai usia 20 tahun dan panjangnya hingga 180 cm

Pembuatan kandang disesuaikan dengan besar iguana, diusahakan jangan terlalu kecil agar iguana bebas bergerak. Kandang juga harus dilengkapi dengan tempat minum dan ranting-ranting untuk memanjat. Iguana berasal dari tempat yang bersuhu tropic dan perlu tempat yang hangat. Jadi suhu yang baik adalah 26 C s/d 29 C, tempat berjemur 32 C s/d 35 C. sebaiknya di kandang di pasang Thermometer untuk memantau keadaan suhu. Sinar UV baik untuk menjaga metabolism dan pertumbuhan tulang pada Iguana, Tanpa sinar ultra violet Iguana akan mudah sakit dan bisa menyebabkan kematian. Kelembaban yang disukai adalah 65 % – 75 % . bisa digunakan pengairan yang menggunakan mesin atau pun bisa juga disemprot sehari dua kali untuk mempertahankan kelembaban. Iguanas sering kali menggunakan lidahnya untuk mengidentasi suatu benda maka alas yang berbahan dari serutan kayu tidak bisa digunakan karena akan menyebabkan tertelannya benda yang ada. Sebagai alas bisa digunakan Kertas koran atau kertas bekas, bisa juga di gunakan sejenis carpet karet atau bisa juga digunakan. Jagalah agar kandang selalu bersih, alas dan kandang bisa dibersihkan dengan pemutih dicampur air sebnyak 5 %, setelah itu disiram dengan air bersih agar sisa pemutihnya hilang, dan tidak meracuni Iguana. Selalu cuci sebelum dan setelah memegang iguana dan atau alat-alatnya.

sumber : ReptilX

Ikan sumatra (Puntius tetrazona) adalah sejenis ikan kecil anggota suku  Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Nama tersebut adalah nama perdagangannya sebagai ikan hias. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dikenal sebagai sumatra barb atau tiger barb.

Ikan sumatra secara alami menyebar di Semenanjung Malaya (termasuk di wilayah Thailand), Sumatra dan Kalimantan.Di samping itu, ada pula laporan-laporan temuan dari wilayah lain di Asia Tenggara yang sukar dikonfirmasi, apakah ikan-ikan tersebut memang asli setempat atau ikan lepasan yang telah beradaptasi.
Ikan ini sering didapati pada sungai-sungai dangkal berarus sedang, yang jernih atau keruh. Ikan sumatra menyukai pH antara 6.0–8.0, kesadahan air antara 5–19 dGH, dan kisaran temperatur air antara 20–26 °C. Ikan sumatra juga didapati di rawa-rawa, yang mengindikasikan bahwa ikan ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap perubahan kualitas air. Rata-rata lama hidup ikan sumatra adalah sekitar 6 tahun.

Ikan sumatra senang berenang bergerombol. Bila dipelihara dalam jumlah kecil, kurang dari 5 ekor, ikan ini dapat menjadi agresif dan mengganggu ikan-ikan yang lain. Ikan-ikan yang lemah dan kurang gesit dapat menjadi sangat menderita akibat gigitan ikan sumatra yang dominan, yang terutama akan menyerang sirip-siripnya. Dalam kelompok yang besar, agresivitas ikan ini dapat terkendalikan.

Tangkas dan berenang cepat, ikan sumatra dapat dipelihara bercampur dengan ikan-ikan yang sama gesitnya seperti ikan-ikan platis, kerabat lele, atau kerabat ikan macan (Chromobotia macracanthus). Sebaiknya akuarium diisi pula dengan tumbuh-tumbuhan air sebagai tempatnya bermain-main. Ikan sumatra bersifat omnivora, dapat diberi makanan kering (buatan) atau mangsa hidup seperti cacing, kutu air  atau jentik-jentik nyamuk.

Ikan ini dapat dibiakkan di dalam akuarium. Ikan sumatra betina mengeluarkan antara 150–200 butir sekali bertelur, yang disebarkan di antara tumbuh-tumbuhan air. Telur akan menetas setelah 24 jam, dan anak-anak ikan mulai terlihat aktif setelah 3 hari. Sebagai pakan anak ikan pada minggu-minggu pertama dapat digunakan udang renik.

Ikan ini mudah dikenali jenis kelaminnya, caranya adalah melihat warna sirip perutnya, sirip perut ikan yang jenis kelaminnya jantan warnanya merah menyala, sedangkan yang betina warna merahnya cenderung pucat. Jadi apakah anda bisa menentukan, mana yang jantan dan mana yang betina pada gambar diatas?.

 

Sumber : theaquariumwiki

Ulat hongkong mempunyai kandungan nutrisi tergolong baik sebagai sumber pakan ikan hias, Burung, dan Udang Windu.  Kandungan lemak pada ulat hongkong sering lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya, sehingga pemberian ulat hongkong dapat meyebabkan kegemukan pada binatang yang mengkonsumsinya dengan segala aspek ikutannya.  Ulat Hongkong  mengandung Zat. Kitin merupakan bahan yang tidak bisa dicerna oleh ikan, oleh karena itu sering direkomendasikan agar ulat hongkong diberikan pada saat baru ganti kulit.

Ulat hongkong dapat  dimanipulasi atau di perkaya kandungan gizinya. Sebagai contoh ulat hongkong diberi makan makanan yang mengandung nutrisi tertentu, seperti beta karoten, sebelum diberikan pada ikan. beta karoten yang  terdapat pada ulat hongkong dapat ditransfer pada ikan sebagai media pemicu warna ikan.

Cara budidaya :

-Pertama, siapkan wadahnya berupa baskom/wadah plastik yang kotak (saya gak tahu namanya) dan beri selotip pada bibir wadahnya, kemudian beri media pemeliharaan berupa pakan ternak (Polar) secukupnya.

-Kemudian masukkan ulat dalam adah tersebut dan beri pakan. pakan bisa berupa sayur-sayuran, ampas tahu, ataupun pisang.

-Jika sudah terlihat kepompong segera pisahkan dan tempatkan dalam wadah lainnya yang dialasi dengan kapas

-Kurang lebih sepuluh hari, kepompong tersebut akan menjadi kumbang berwarna hitam, dan bertelur diatas kapas tersebut.

-Beberapa hari kemudian ulat-ulat tersebut akan menetas.

Permasalahan :

1.Penyakit

Ciri-ciri ulat yang terkena penyakit dan penanggulangannya:
a) Kulit ulat kuning kehitam-hitaman.
Jangan terlalu banyak diberi makan dari daun-daunan, dan jangan terlalu banyak diberi dedak.
b) Ulat mati berwarna merah.
Apabila hal ini terjadi, maka pencegahannya adalah pemberian pakan tidak terlalu basah. Hal ini harus segera diatasi karena penyakit ini selain menular menyerang dengan cepat.
c) Ulat mati berwarna hitam
Hal ini terjadi apabila pemberian makanan disebar, biasanya terjadi pada ulat dewasa usia 1 sampai 3 bulan, maka alangkah baik pemberian makanannya dilakukan secara dikepal-kepal.

2. Permasalahan lainnya :

Ulat Hongkong tidak boleh digunakan secara berlebihan karena zat kitinnya yang menyebabkan Burung mengalami gangguan pencernaan. Demikian pula dengan ikan hias. penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan  kegemukan dan gangguan Pada kulit.

Namun, jika anda memelihara reptil seperti leopard gecko, dianjurkan untuk memberikan ulat hongkong.