Ulat hongkong mempunyai kandungan nutrisi tergolong baik sebagai sumber pakan ikan hias, Burung, dan Udang Windu.  Kandungan lemak pada ulat hongkong sering lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya, sehingga pemberian ulat hongkong dapat meyebabkan kegemukan pada binatang yang mengkonsumsinya dengan segala aspek ikutannya.  Ulat Hongkong  mengandung Zat. Kitin merupakan bahan yang tidak bisa dicerna oleh ikan, oleh karena itu sering direkomendasikan agar ulat hongkong diberikan pada saat baru ganti kulit.

Ulat hongkong dapat  dimanipulasi atau di perkaya kandungan gizinya. Sebagai contoh ulat hongkong diberi makan makanan yang mengandung nutrisi tertentu, seperti beta karoten, sebelum diberikan pada ikan. beta karoten yang  terdapat pada ulat hongkong dapat ditransfer pada ikan sebagai media pemicu warna ikan.

Cara budidaya :

-Pertama, siapkan wadahnya berupa baskom/wadah plastik yang kotak (saya gak tahu namanya) dan beri selotip pada bibir wadahnya, kemudian beri media pemeliharaan berupa pakan ternak (Polar) secukupnya.

-Kemudian masukkan ulat dalam adah tersebut dan beri pakan. pakan bisa berupa sayur-sayuran, ampas tahu, ataupun pisang.

-Jika sudah terlihat kepompong segera pisahkan dan tempatkan dalam wadah lainnya yang dialasi dengan kapas

-Kurang lebih sepuluh hari, kepompong tersebut akan menjadi kumbang berwarna hitam, dan bertelur diatas kapas tersebut.

-Beberapa hari kemudian ulat-ulat tersebut akan menetas.

Permasalahan :

1.Penyakit

Ciri-ciri ulat yang terkena penyakit dan penanggulangannya:
a) Kulit ulat kuning kehitam-hitaman.
Jangan terlalu banyak diberi makan dari daun-daunan, dan jangan terlalu banyak diberi dedak.
b) Ulat mati berwarna merah.
Apabila hal ini terjadi, maka pencegahannya adalah pemberian pakan tidak terlalu basah. Hal ini harus segera diatasi karena penyakit ini selain menular menyerang dengan cepat.
c) Ulat mati berwarna hitam
Hal ini terjadi apabila pemberian makanan disebar, biasanya terjadi pada ulat dewasa usia 1 sampai 3 bulan, maka alangkah baik pemberian makanannya dilakukan secara dikepal-kepal.

2. Permasalahan lainnya :

Ulat Hongkong tidak boleh digunakan secara berlebihan karena zat kitinnya yang menyebabkan Burung mengalami gangguan pencernaan. Demikian pula dengan ikan hias. penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan  kegemukan dan gangguan Pada kulit.

Namun, jika anda memelihara reptil seperti leopard gecko, dianjurkan untuk memberikan ulat hongkong.